Marhaban ya Ramadhan


Kopi Tak Terbukti Naikkan Tensi

Teh Lebih Baik dari Air Putih? Kafein yang terdapat di dalam kopi selama ini sering dituding sebagai penyebab naiknya tensi darah. Meski belum mendapat kesimpulan akhir, namun penelitian terbaru menunjukkan minum kopi tidak terbukti meningkatkan tensi.

Laporan studi terbaru yang dimuat dalam The American Journal of Clinical Nutrition ini dibuat setelah menghimpun data dari enam penelitian yang melibatkan 170.000 orang. Dalam masing-masing penelitian, dilakukan survei untuk mengetahui jumlah kopi yang diminum setiap hari kemudian riwayat kesehatan para responden diikuti hingga 33 tahun. Sekitar satu dari lima partisipan menderita hipertensi.

Akan tetapi tidak ada perbedaan risiko antara mereka yang minum lima cangkir kopi per hari dengan orang yang hanya minum sedikit. Meski begitu minum kopi bukan berarti bebas dari risiko sama sekali. Hasil penelitian juga menemukan risiko terkena hipertensi antara mereka yang minum kopi 3 cangkir per hari dengan yang minum kurang dari jumlah tersebut hanya berbeda sedikit. "Saya tidak yakin kopi adalah faktor risiko hipertesi.

Akan tetapi jika orang minum kopi 12 cangkir setiap hari dan tidak bisa tidur, maka itu adalah hal yang perlu diwaspadai," kata Dr.Lawrence Krakoff, peneliti bidang hipertensi dari Mount Sinai Medical Center, New York, AS. Kaitan antara kopi dengan hipertensi sendiri sangat rumit dan mungkin efeknya tidak sama pada setiap orang. "Perbedaan genetik mungkin berpengaruh pada efek kafein yang diasup. Untuk sebagian orang tidak ada pengaruh minum kopi banyak," kata Dr.Liwei Chen, peneliti.

detik.com Teh Lebih Baik dari Air Putih?

Begini Cara Menikmati Kopi!

KOMPAS.com - Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di dunia. Tidak heran bila minuman ini begitu populer di sini. Tetapi bagaimana sih, cara menikmati kopi agar tetap mendapatkan rasa dan aroma yang sama seperti saat kopi baru dibuat?

Berikut tips minum kopi dari Prof Dr Deddy Muchtadi, MS, dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan FATETA, Institut Pertanian Bogor, dalam peluncuran Nescafe Teknologi ERA di FX-Senayan, Senin (8/2/2010):

1. Selalu simpan kopi dalam keadaan kedap udara atau berada dalam bungkus aluminium foil. Karena kopi bersifat menyerap bau, maka rasa dan aromanya akan berubah sesuai dengan bau di sekeliling yang diserapnya.

2. Simpan dalam udara yang sejuk (jangan di lemari pendingin). Kopi yang melalui pembuatan tradisional atau kopi yang digiling dan ditumbuk secara tradisional hanya mampu mempertahankan aromanya hingga 3 hari.

3. Kopi dapat diminum dalam keadaan hangat atau dingin. Tetapi untuk mendapatkan aroma dan rasa kopi yang pas, seduh 100 gr bubuk kopi dengan 150 cc air bersuhu 90 derajat celcius. Hal ini berlaku untuk biang kopinya. Untuk mendapatkan kekentalan yang pas, silakan menambahkan air sesuai selera Anda.

4. Kopi boleh diminum dengan susu atau krim. Penambahan bahan lainnya tidak akan mengurangi manfaat kopi bagi tubuh.

5. Minumlah kopi secara moderat 2-3 cangkir per hari.

6. Mereka yang sensitif terhadap kafein bisa memilih decaffeinated (decaff) coffee, atau kopi tanpa kafein.

7. Mereka yang memiliki sakit maag tidak disarankan mengonsumsi kopi ketika perut masih kosong. Sebab kopi memiliki zat asam alami yang bisa mempengaruhi enzim di lambung.

8. Jangan minum kopi mendekati waktu tidur, karena efek kopi membuat orang tetap terjaga. Sebaiknya minum 5-6 jam sebelumnya.


C2-10

Kepribadian dan Kopi Favoritnya

KOMPAS.com — Dari jenis kopi yang disukai seseorang terletak pula ciri kepribadiannya. Apa dan bagaimana kopi menceritakan karakter peminumnya?

1. Kopi instan
Di mana-mana banyak dijual kopi instan. Yang dibutuhkan hanyalah air panas untuk menyeduhnya, aduk, langsung minum. Ada yang sudah dicampur susu, ada pula kopi murni. Penggemar jenis kopi ini biasanya ingin segala sesuatu cepat dan segera, tanpa perlu bersusah payah. Kadang mengorbankan kualitas demi mengejar waktu. Bisa jadi, perempuan pertama yang disukainya langsung "ditembak" untuk jadi pacar meski baru kenal seminggu.

2. Kopi non-kafein
Semua orang tahu, kopi mengandung kafein yang bisa membahayakan kesehatan, tetapi sering kali disangkal oleh para kopi mania. Bagi yang suka aroma kopi tapi takut akan kafeinnya, ada sejenis minuman yang disebut kopi non-kafein (decaf). Penggemar minuman ini sangat peduli pada masalah kesehatan. Sangat selektif memilih makanan atau minuman yang menyehatkan saja. Ia juga takut mengambil risiko yang bisa membahayakan dirinya.

3. Kopi giling
Ada yang suka minum kopi langsung dari biji kopi segar yang digiling. Di supermarket dan toko dijual jenis kopi segar ini. Namun, bila si dia punya alat giling kopi di rumahnya, berarti dia suka menggiling sendiri biji kopinya. Artinya, dia selalu ingin mengerjakan segala sesuatu sendiri, sangat mandiri, dan tidak tergantung pada siapa pun. Bisa pula diartikan, dia tidak mudah percaya pada orang lain.

4. Espresso
Jenis kopi ini sangat kuat dan sangat hitam karena dibuat langsung dari biji kopi dengan kadar air yang sangat sedikit. Disebut espresso karena cafe dan restoran menghidangkannya dalam waktu singkat di gelas kecil. Ini berkat teknologi mesin espresso dari Italia. Penggemar jenis kopi ini menyenangi pengalaman yang hebat, keras, dan penuh tantangan. Meski suka pada hal-hal berbahaya seperti mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Mereka juga biasanya sangat kreatif. Di sisi lain, mereka sangat penuntut, baik pada diri sendiri, maupun orang di sekitarnya.

5. Cappuccino
Cappuccino adalah espresso ditambah campuran susu, dihidangkan di gelas besar. Perpaduan kopi espresso dan susu menghasilkan warna coklat mirip pakaian para biarawan Capuchin, maka dinamakan cappucino. Penyuka jenis ini termasuk orang yang santai dalam menghadapi apa pun. Tidak mau diburu-buru, meski pada akhirnya segala sesuatu dapat dibereskannya. Hidup baginya seperti menikmati cappucino, ringan namun tetap nikmat.

6. Kopi campuran
Sekarang ini banyak kopi yang dicampur berbagai bahan sehingga menghasilkan aneka rasa. Ada kopi yang dicampur sirup karamel, ditambah bubuk kayu manis, atau ditambah moka. Penyuka jenis kopi ini tidak suka pada hal-hal yang dianggap wajar oleh banyak orang. Inginnya tampil dan berpikiran beda. Bersamanya, orang tidak pernah bosan, karena ia selalu menemukan hal-hal baru untuk dilakukan.

7. Kopi Irlandia
Ada satu jenis kopi yang sangat keras, yaitu kopi Irlandia (Irish coffee). Keras karena dicampur alkohol. Kopi dan alkohol punya efek bertentangan. Kopi membuat orang melek dan mengaktifkan kesadaran, sementara alkohol membuat pikiran tidak sadar. Penggemar minuman ini punya ide, pikiran, dan sifat yang kadang berseberangan. Dalam satu waktu, ia bisa terlihat gembira, dan sejenak kemudian murung.

8. Kopi tubruk
Bubuk kopi diseduh bersama ampasnya, kadang tanpa gula, dan diminum selagi ampasnya masih mengambang. Penggemar kopi ini suka segala sesuatu yang alamiah, dan tidak toleran pada kebohongan. Betapa pun pahitnya sebuah kebenaran, ia akan menerima.

Erika Paula

Kafein Bisa Jadi Penangkal Kanker Kulit

VIVAnews - Banyak pro dan kontra seputar manfaat kopi. Namun nampaknya fakta terbaru tentang kopi akan membuat Anda tersenyum. Pasalnya kopi telah terbukti dapat melindungi Anda dari kanker kulit.

Sebuah studi terbaru yang mencoba melengkapi studi sebelumnya menunjukkan bahwa kafein dapat menjadi senjata efektif dalam melawan kanker kulit. Diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, studi ini menjadikan tikus sebagai eksperimen yang dibagi dalam dua kelompok.

Kelompok tikus pertama telah mengalami modifikasi gen untuk menghalangi protein tertentu yang disebut dengan ATR, dan kaya akan radiasi sinar ultraviolet (UV). Sedangkan, kelompok tikus kedua, tidak.

Para peneliti menemukan bahwa kedua kelompok tikus masih bebas dari tumor setelah terkena paparan sinar UV selama beberapa lama. Namun, setelah 19 minggu terkena sinar UV, kelompok tikus pertama 70 persen lebih sedikit mengalami tumor dibandingkan kelompok tikus kedua.

Penelitian ini membantu menjelaskan bagaimana kafein mampu menurunkan risiko paparan sinar matahari yang dapat menyebabkan kanker kulit. Kafein mampu menghambat jalur kinase ATR, yang memainkan peran utama dalam merespon kerusakan DNA. Jika terserap tubuh, ATR mampu menghambat pembelahan sel dan memungkinkan perbaikan DNA daripada membiarkan sel yang rusak mati.

"Mungkin terdengar baik, namun tidak semua perbaikan sukses dan beberapa sel mampu mengembangkan kanker," ujar Allan Conney, direktur Susan Lehman Cullman Laboratory for Cancer Research di Universitad Rutgers, dikutip YouBeauty.

Penelitian ini mengidentifikasi bahwa jalur kinase ATR mampu dihambat oleh kafein sehingga sel yang rusak akan mati. Pada akhirnya, kemunculan sel kanker pun dapat dicegah. Namun, kafein tidak hanya menghambat protein penting ini. Kafein juga berfungsi sebagai tabir surya alami.

Anda pun telah mendapatkan manfaat perlindungan sinar matahari dari secangkir kopi harian. Sebuah penelitian 2007 pada hampir 94 ribu wanita yang meminum kopi setiap hari, diketahui risiko kanker kulitnya 11 persen lebih rendah dibanding yang tidak. Sedangkan, wanita yang minum enam cangkir atau lebih setiap hari mengalami penurunan risiko sebanyak 30 persen.

Walaupun rajin minum kopi, jangan pernah melewatkan tabir surya. "Aturan umum yang sama berlaku untuk Anda selalu mengaplikasikan tabir surya minimal dengan SPF 30. Dan carilah tabir surnya yang bisa melindungi kulit Anda dari sinar UVA dan UVB. Ulangi setiap dua jam walaupun hari sedang berawan, setelah berenang, atau sedang berkeringat," ujar dr. Howard Sobel, ahli kulit dari Manhattan. (umi)

• VIVAnews